102 Lumbu Timur Street
Bekasi, Indonesia
December 17, 2009
Mr. Dedy Afriansyah
Human Resources Department
PT. Maju Mundur
56 Sukajadi Street
Bandung, Indonesia
Dear Mr. Dedy,
Having known about a vacancy advertised on Kompas, December 3, 2009, I am interested in the position of Account Executive. My name is Fera Febrianti Lestari, 20 years old, female, single, energetic, healthy, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team. I was graduated from Telkom University with GPA 3.78. I would like to have career to expand my experience. And I will be very appreciated if you could give in opportunity to work in your company.
With my qualifications, I confident that I will be able to contribute effectively to your company. Herewith I enclose my :
1. Copy of Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript
2. Curriculum Vitae
3. Copy of Job Training Certificate from Garuda Airline Company
4. Recent photograph with size of 4x6
I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company's assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.
Sincerely yours,
Fera Febrianti Lestari
Phone : 021-88990011

Dengan dibukanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di tiga tempat, yaitu di Desa Sarimukti dan Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, dan di Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, untuk menampung sampah yang datang dari Kota Bandung di anggap menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi masalah ini. Mungkin masalah sampah dapat diatasi tapi bagaimana dengan masyarakat sekitar apakah mereka setuju daerah pemukiman mereka di jadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah? Tentu saja tidak, terjadi protes dan aksi demontrasi yang dilakukan oleh warga sekitar untuk menolak kebijakan tersebut. Mereka tidak ingin setiap hari harus menghirup bau tak sedap yang keluar dari sampah tersebut serta mengotori lingkungan rumah mereka karena akan mengganggu kesehatan bagi masyarakat sekitar. Karena tumpukan-tumpukan sampah yang dibiarkan membusuk akan menjadi sumber munculnya wabah penyakit.
Tetapi tumpukan-tumpukan sampah bagi sebagian orang dijadikan sebagai sumber kehidupan dan mata pencarian untuk meningkatnya pertumbuhan perekonomian masyarakat. Apabila sampah ditangani secara serius, maka sampah bukan lagi musuh tapi sahabat, karena bisa didaur ulang dan dapat menghasilkan peningkatan ekonomi. Tentu saja, positif atau negatifnya dampak sampah bagi kehidupan masyarakat akan sangat bergantung pada sikap dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri, karena sampah merupakan masalah bersama.
Dalam mengatasi masalah ini tindakan pemerintah seharusnya memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah dan pemerintah harus menyediakan fasilitas tempat pemilahan sampah organik dan anorganik mulai dari tingkat terendah seperti rumah tangga. Sebab, sumber sampah terbesar adalah sampah dari rumah tangga. Hal tersebut merupakan strategi dalam merangsang kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengontrol dan menanggulangi sampah. Di samping itu, pemerintah pun harus memberikan jaminan kesehatan dan keamanan bagi seluruh warga yang berdekatan dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir, dengan membangun fasilitas infrastruktur, baik berupa fasilitas kesehatan, olahraga, pendidikan, air bersih, maupun yang lainnya.545.jpg)