Di kota Bandung dan sekitarnya seringkali terlihat tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah tempat. Hal ini tentu saja mengganggu pemandangan mata kita. Padahal dulunya Bandung dikenal dengan sebutan Kota Kembang yang memiliki bau harum, segar dan udara yang dingin, namun kini sebutan itu seolah hilang menjadi bau busuk yang menyengat serta udara yang panas. Tentu saja hal ini telah menurunkan citra Kota Bandung. Dan untuk mengatasi masalah sampah Kota Bandung ini diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Yang sangat berperan penting dalam memulihkan nama baik Kota Bandung.
Dengan dibukanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di tiga tempat, yaitu di Desa Sarimukti dan Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung, dan di Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, untuk menampung sampah yang datang dari Kota Bandung di anggap menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi masalah ini. Mungkin masalah sampah dapat diatasi tapi bagaimana dengan masyarakat sekitar apakah mereka setuju daerah pemukiman mereka di jadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah? Tentu saja tidak, terjadi protes dan aksi demontrasi yang dilakukan oleh warga sekitar untuk menolak kebijakan tersebut. Mereka tidak ingin setiap hari harus menghirup bau tak sedap yang keluar dari sampah tersebut serta mengotori lingkungan rumah mereka karena akan mengganggu kesehatan bagi masyarakat sekitar. Karena tumpukan-tumpukan sampah yang dibiarkan membusuk akan menjadi sumber munculnya wabah penyakit.
Tetapi tumpukan-tumpukan sampah bagi sebagian orang dijadikan sebagai sumber kehidupan dan mata pencarian untuk meningkatnya pertumbuhan perekonomian masyarakat. Apabila sampah ditangani secara serius, maka sampah bukan lagi musuh tapi sahabat, karena bisa didaur ulang dan dapat menghasilkan peningkatan ekonomi. Tentu saja, positif atau negatifnya dampak sampah bagi kehidupan masyarakat akan sangat bergantung pada sikap dari masyarakat dan pemerintah itu sendiri, karena sampah merupakan masalah bersama.Alternatif Penyelesaian
Dalam mengatasi masalah ini tindakan pemerintah seharusnya memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah dan pemerintah harus menyediakan fasilitas tempat pemilahan sampah organik dan anorganik mulai dari tingkat terendah seperti rumah tangga. Sebab, sumber sampah terbesar adalah sampah dari rumah tangga. Hal tersebut merupakan strategi dalam merangsang kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengontrol dan menanggulangi sampah. Di samping itu, pemerintah pun harus memberikan jaminan kesehatan dan keamanan bagi seluruh warga yang berdekatan dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir, dengan membangun fasilitas infrastruktur, baik berupa fasilitas kesehatan, olahraga, pendidikan, air bersih, maupun yang lainnya.Semoga pesan ini dapat mengatasi permasalahan yang ditimbulkan akibat sampah dan dapat membuat Kota Bandung menjadi Kota Bandung Bermartabat (bersih, makmur, taat, dan bersahabat).
www.ferachunizt.blogspot.com
545.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar